Tips Merawat Batik

Baju batik baik itu batik cap, print apalagi batik tulis memerlukan perawatan yang benar-benar tepat. Sehingga akan memperlama usia batik anda dan menjaga kualitas batik anda.
Berikut 12 tips merawat batik:
- Sebaiknya dicucui dengan tangan, bukan mesin cuci
- Gunakan sabun yang ringan (mild detergent), Lebih baik jika menggunakan lerak, tapi jangan direndam. Aroma buah lerak mencegah munculnya serangga yang bisa merusak kain.
- Ketika mencuci, cukup dikucek sebentar dan bilas. Jangan sekali-kali mencuci busana batik dengan cara disikat.
- Apabila terdapat noda yang membandel dan sulit dihilangkan dengan lerak maupun sampo atau sabun cuci biasa, cobalah hilangkan noda tersebut dengan kulit jeruk tetapi jangan pada seluruh permukaan kain, melainkan hanya pada bagian yang terkena noda saja.
- Saat menjemur, kain batik tidak perlu diperas dan jangan dijemur di terik panas matahari langsung. Cukup diangin-anginkan saja. Hindari menjemur busana batik di bawah sinar matahari langsung. Cara terbaik adalah menjemur dengan cara dibentangkan atau digantung (sesuai model busana) di tempat yang teduh. Dengan begitu warna batik menjadi tidak mudah luntur.
- Busana batik bisa diseterika, namun pasang seterikaan pada suhu sedang.
- Untuk kain batik sutera dengan pewarna alami sebaiknya tidak menyemprotkan pewangi atau parfum secara langsung.
- Kain batik dapat diratus dengan cara diasapi dengan dupa ratus selama 1-3 jam. Fungsi ratus untuk memberi aroma wangi khas pada kain batik.
- Simpan busana batik dalam keadaan tergantung. Khusus untuk kain atau sarung, simpan dengan cara digulung atau bukan dilipat. Hal ini selain membantu kain tetap rapi, juga menghindari terjadinya kerusakan permanen pada bagian lipatan kain atau sarung seperti robek atau lapuk.
- Untuk mempertahankan kondisi kain dan supaya terhindar dari ngengat, Anda bisa menggunakan kapur barus. Namun agar tidak menodai busana, masukkan kapur barus terlebih dahulu dalam kantung dari kain katun atau flannel.
- Selain kapur barus, Anda juga bisa menggunakan cengkeh atau merica untuk merawat kain batik. Masukkan cengkeh atau terlebih dahulu ke dalam kantung katun atau flannel, lalu letakkan di dalam lemari.
- Secara berkala, misalnya setiap 3-4 bulan sekali, keluarkan semua busana, kain dan sarung batik dari lemari dan angin-anginkan dari kelembapan dan bau apek. Sekalipun tidak dipakai dalam jangka waktu yang lama, sebaiknya kain batik sering dikeluarkan dari lemari untuk diangin-anginkan agar terhindar dari jamur.
diambil dari berbagai sumber.